p://OrcaBroadNews.comΒ Β (βMENTOK), BN16BANGKAβ Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, meninjau langsung tata kelola Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok, Selasa (15/9/2026). Peninjauan ini dilakukan bersamaan dengan razia gabungan skala besar yang melibatkan unsur TNI dan Kepolisian setempat guna memastikan stabilitas keamanan serta efektivitas pembinaan.

Dalam peninjauan tersebut, Ade Agustina mengapresiasi kinerja jajaran Rutan Mentok yang mampu mempertahankan situasi kondusif meski mengalami peningkatan kapasitas penempatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hingga mencapai sekitar 500 orang. Rutan Mentok kini menjadi salah satu titik pemindahan WBP dari lembaga pemasyarakatan lain terkait penanganan masalah overkapasitas dan penegakan kedisiplinan.
βRutan Mentok ini menjadi tempat yang kondusif untuk menata kembali warga binaan yang kami pindahkan,β ujar Ade Agustina. Ia menekankan bahwa proses pemindahan tersebut merupakan upaya penertiban dan pemulihan agar warga binaan dapat kembali berbaur di tengah masyarakat secara tertib.
Hasil Razia Gabungan: Bebas Narkoba dan Ponsel,Sejalan dengan arahan Kakanwil mengenai deteksi dini dan penguatan sinergi antarlembaga, Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, memimpin penggeledahan serentak di seluruh kamar blok hunian bersama personel TNI-Polri.
Inspeksi tersebut bertujuan memastikan Rutan Mentok sepenuhnya bersih dari Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba). Berdasarkan hasil penyisiran, tidak ditemukan adanya narkotika, telepon seluler, maupun indikasi praktik pungli dan peredaran uang tunai.
“Pada hari ini, bersama rekan-rekan dari TNI dan Polri, kami membuat razia gabungan yang menggeledah seluruh blok. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa Rutan Mentok bersih dari narkoba, handphone, dan peredaran uang,” tegas Andri Ferly.
(Selasa,15-9-2026)
Meski dinyatakan steril dari pelanggaran berat, tim gabungan tetap mengamankan beberapa benda terlarang yang berpotensi membahayakan keselamatan, antara lain:
* Paku dan alat cukur jenggot
* Sendok besi (berpotensi diasah menjadi senjata tajam)
* Obat-obatan dalam jumlah berlebih
Terkait temuan obat-obatan, Andri menjelaskan bahwa barang tersebut tidak dimusnahkan, melainkan diserahkan ke klinik Rutan agar pendistribusiannya berada di bawah pengawasan langsung resep dokter.
Langkah Strategis dan Penguatan Integritas,Selain razia berkala, penataan Rutan Mentok juga didukung oleh serangkaian langkah strategis lainnya, meliputi pemanfaatan layanan kesehatan terintegrasi BPJS Kesehatan dan Peternakan Telur ayam serta komitmen terhadap transparansi publik.
Kakanwil Ditjenpas Babel berharap Rutan Mentok dapat terus mempertahankan standar integritas dan kedisiplinan ini, sekaligus menjadi percontohan bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan lain di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

